NEW LIFE
Tiga hari sudah berlalu aku tinggal bersama mereka.
Ternyata mereka keluarga yang cukup baik untuk diriku, mereka memperlakukan aku selayaknya anak kandung mereka. Berada dikeluarga ini membuatku
nyaman dan merasa amat disayangi, akupun ingin memberikan perlindungan untuk keluarga baruku ini.
Dimalam hari dengan langit yang gelap, aku duduk
sendiri di ruang keluarga sembari menunggu mereka pulang. Dan pintu pun terbuka, aku melihat mereka dan tak lupa dengan senyuman yang indah, mereka pun menghampiri ku dan memberikan pelukan
yang hangat. “Inikah rasanya dicintai oleh
orang yang menyayangi kita dengan sepenuhnya”, ucap batinku.
Aku pun berjalan keluar untuk bermain bersama teman. Tapi siapa sangka, dalam perjalanan
keluar aku ditabrak oleh motor yang sedang melaju dengan kencang ke arahku. Aku melihat mereka lari untuk mengampiriku, senyuman yang indah itu dalam sekejap berubah menjadi tangisan yang amat sangat keras.
Badanku sudah mulai tidak bisa merasakan apa – apa lagi, "Terimakasih" menjadi kalimat terakhir yang aku ucapkan untuk mereka. Aku pun meninggalkan mereka untuk selamanya. Seminggu telah berlalu, mereka masih berduka atas kepergian diriku, aku berada didekat mereka sesekali untuk melihat, walaupun sudah berbeda alam.
Untuk menghilangkan rasa kesedihan atas kepergianku mereka memutuskan untuk berbagi ke panti asuhan yang dulu aku tempati. Siapa sangka disana ada adik kecil baru dan serupa dengan diriku. Mereka terkejut melihatnya, tanpa pikir panjang mereka mengadopsi adik kecil itu.
Setahun pun sudah berlalu, mereka dan adik kecil itu mengunjungi makamku sesekali untuk sekadar menyapaku dan bercerita tentang hal kecil sembari tersenyum. Aku sangat beterima kasih kepada mereka, karena aku dapat merasakan kasih sayang setidaknya sekali dalam seumur hidupku.
-Aku lega mereka dapat tersenyum lagi, dan sekarang saatnya aku pergi dengan tenang.

Komentar
Posting Komentar